LAYANAN INFORMASI BERKALA
  • Corporate Social Responsibility

    Program CSR

    Implementasi CSR KAI pada dasarnya mengacu pada kebijakan pemerintah mengenai pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (“PKBL”) bagi BUMN. Selain itu, Perusahaan selalu berupaya membangun interaksi dengan komunitas pemangku kepentingan baik komunitas internal (pekerja Perusahaan) maupun dengan komunitas eksternal, melalui programprogram Community Relations yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan keselarasan komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian ruang lingkup CSR Perusahaan dapat dibagi menjadi 3, yaitu:

    1. Progam Kemitraan (“PK”) merupakan kegiatan penyaluran dana pinjaman bergulir dan dana pembinaan kemitraan kepada mitra binaan. Sasaran dari kegiatan PK adalah pelaku usaha kecil, baik perorangan, badan usaha atau koperasi. Sektor penyaluran PK dibagi menjadi 7 sektor, yaitu industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan jasa.
    2. Program Bina Lingkungan (“BL”) merupakan program pemberdayaan masyarakat yang terutama ditujukan untuk masyarakat di sekitar lokasi operasional Perusahaan. Dalam pelaksanaannya, Perusahaan menetapkan 7 (tujuh) sektor penyaluran yaitu: a) Bantuan korban bencana alam, b) Peningkatan kualitas pendidikan, c) Peningkatan layanan kesehatan, d) Pengembangan prasarana dan sarana umum, e) Pembangunan/renovasi sarana ibadah, f) Bantuan pelestarian alam, dan g) Bantuan sosial kemasyarakatan untuk pengentasan kemiskinan.
    3. Program Community Relation (“CR”) yang merupakan program-program sosial yang tidak tercakup dalam ketentuan program Bina Lingkungan, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan & kesejahteraan jasmani, rohani di kalangan internal (pegawai) dan program untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan eksternal (masyarakat) serta meningkatkan citra perusahaan/corporate image.


    Landasan Hukum CSR:

    1. Pasal 74 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas (UUPT) dan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
    2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal pasal 15, 17 & 34.
    3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang Badan Usaha Milik Negara
    4. Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-09/MBU/07/2015 tanggal 3 Juli 2015 tentang Program Kemitraan & Bina Lingkungan BUMN.
    5. Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-03/MBU/12/2016 tanggal 16 Desember 2016, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
    6. Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-02/MBU/7/2017 tanggal 05 Juli 2017, tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
    7. Surat Keputusan Direksi Nomor: Kep.U/KP.502/IV/1/KA-2015 tanggal 28 April 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerapan CSR di lingkungan PT KAI (Persero).


    Visi, Misi dan Tujuan CSR KAI

    VISI

    “Menjadi perusahaan yang memberikan manfaat tinggi bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan melalui peningkatan aktivitas Program Kemitraan Bina Lingkungan

    (PKBL) dan Community Relations (CR).”

    MISI

    • Berperan aktif dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat serta kelestarian lingkungan.
    • Membangun citra positif dan sinergi perusahaan dengan pemangku kepentingan guna terciptanya situasi kondusif bagi operasional perusahaan yang berkelanjutan.  


    Tujuan

    "Berkontribusi nyata dalam pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan, sehingga masyarakat dapat menjadi mitra sejati dalam menciptakan situasi kondusif bagi kelangsungan usaha perusahaan."


    Anggaran dan Sumber Dana CSR

    A. Anggaran PKBL berasal dari 2 sumber, yaitu: 

    1. Dana Program Kemitraan (PK): Penyisihan sebagian laba bersih Perusahaan sebesar maksimal 2%; dan atau anggaran yang diperhitungkan sebagai biaya, Saldo Dana Program yang teralokasi sampai dengan akhir tahun 2015, Jasa administrasi pinjaman/marjin/bagi hasil, bunga deposito dan/atau jasa giro dari dana Program Kemitraan; dan atau Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain, jika ada.
    2. Dana Bina Lingkungan (BL): Penyisihan sebagian laba bersih Perusahaan untuk BL sebesar maksimal 2%; dan atau anggaran yang diperhitungkan sebagai biaya, Saldo Dana Program yang teralokasi sampai dengan akhir tahun 2015, Pendapatan bunga deposito; dan atau Jasa giro dari dana program BL yang masih tersisa dari dana program BL tahun sebelumnya, jika ada.

    B. Anggaran Community Relation (CR) berasal dari biaya Perusahaan yang sudah dianggarkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun berjalan yang telah mendapat persetujuan RUPS.


    Berikut laporan realisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT KAI tahun 2018 klik disini