Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi Proyek LRT Jabodebek

Tanggal Diperbarui : 15 Agustus 2018 15:49:34


Penandatanganan diselenggarakan di Kempinski Grand Ballroom Lt.11, Grand Indonesia Shopping Town (West Mall), Jakarta Pusat pada Jum'at (29/12) dan disaksikan oleh 3 Menteri RI yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Selain Dirut PT KAI, hadir juga dalam acara tersebut Direktur Operasi PT KAI dan jajaran, Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI dan jajaran, Direktur Aset Tanah dan Bangunan dan jajaran, Direktur Keuangan dan jajaran beserta para perwakilan KAI lainnya dari unit terkait.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menandatangani Perjanjian Kredit Sindikasi Proyek LRT Jabodebek

Total sindikasi yang diberikan kepada KAI mencapai Rp19,25 T dengan rincian Rp18,1 T untuk Kredit Investasi dan Rp1,15 untuk Kredit Modal Kerja. Menko Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan proyek LRT merupakan proyek pertama yang pembiayaannya terintegrasi. Sebab, anggaran dari APBN tidak mampu untuk menopang pembiayaan proyek yang senilai Rp29,9 T tersebut. "Keterbatasan APBN membuat kita mencari bentuk pembiayaan lain dan akhirnya hari ini kita bisa mencapai financial closing dengan 12 bank untuk sindikasi," paparnya.

Di kesempatan yang sama, Menkeu RI Sri Mulyani Indrawati pun mengingatkan seluruh bank sindikasi wajib mengawasi penggunaan dana kreditnya. Pengawasan terhadap pembiayaan dan pelaksanaan proyek harus dilakukan oleh seluruh bank sindikasi, tidak hanya oleh PT SMI. "Yang saya khawatir bank hanya mengandalkan kepada yang lain, akhirnya hanya sekadar mencairkan kredit tanpa melihat kemajuan, proper atau tidak propernya eksekusi proyek ini," katanya.

Menhub RI Budi Karya Sumadi menilai pembangunan LRT sudah tidak bisa ditunda lagi. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan transportasi umum yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Menurutnya, tingkat kemacetan di wilayah Jabodebek sudah semakin parah akibat penambahan volume kendaraan pribadi. "Tanda tangan financial closing ini menunjukkan kepastian pembiayaan untuk penyelesaian LRT dan menjawab keraguan atas proyek ini. Sebab, proyek LRT sangat dibutuhkan oleh kota seperti Jakarta," imbuhnya.