Agenda Pelaksanaan Tugas PT KAI Tahun 2017

Tanggal Diperbarui : 15 Agustus 2018 15:49:23


Launching KA Wijaya Kusuma

Menyambut HUT KAI ke-72, PT Kereta api Indonesia (Persero) memberikan apresiasi kepada para pelanggannya. KAI memantapkan bisnisnya dengan meluncurkan satu buah Kereta Api kelas Ekonomi Premium baru relasi Cilacap - Yogyakarta - Solo yang diberi nama KA Wijaya Kusuma.

Nama Wijaya Kusuma tentunya sudah tidak asing bagi warga Cilacap, pemilihan nama tersebut diharapkan menambah keakraban bagi warga cilacap dan sekitarnya menggunakan Kereta Api sebagai transportasi utama jika akan bepergian. Peluncuran perdana perjalanan KA Wijaya Kusuma dilaksanakan pada Selasa, 26 September 2017, di Stasiun Cilacap pukul 14.10 WIB. Perjalanan perdana KA Wijaya Kusuma dijadwalkan akan berhenti di stasiun Maos, Kroya, Tambak, Gombong, Kebumen, Prembun, Kutoarjo, Wates dan Yogyakarta.

Jadwal keberangkatan KA Wijayakusuma:

  • Wijayakusuma (KP/10590) relasi Cilacap – Jogja, berhenti di stasiun Maos, Kroya, Tambak, Gombong, Kebumen, Prembun, Kutoarjo, Wates dan Yogyakarta
    • Cilacap berangkat pukul 05.00
    •  Jogja tiba pukul 08.20
  • Wijayakusuma (KP/10331) relasi Jogja – Cilacap, berhenti di Stasiun Wates, Kutoarjo, Kebumen, Karang anyar, Gombong, Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Kroya, Maos, Cilacap
    • Jogja berangkat pukul 09.30
    • Cilacap tiba pukul 13.30
  • Wijayakusuma (KP/10592) relasi Cilacap – Solo, berhenti di Stasiun Maos, Kroya, Sumpiuh, Tambak, Karang anyar, Sruweng, Soka, Kebumen, Prembun, Butuh, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, Solo Balapan.
    • Cilacap berangkat pukul 14.10
    • Solo tiba pukul 19.13
  • Wijayakusuma (KP/10557) relasi Solo – Cilacap,  berhenti di Stasiun Klaten, Lempuyangan, Yogyakarta, Kutoarjo, Kebumen, Karang Anyar, Gombong, Tambak, Sumpiuh, Kroya, Sikampuh, Maos, Cilacap.
    • Solo berangkat pukul 19.45
    • Cilacap tiba pukul 01.00

 

 

 Rail Clinic Generasi Ke-4

Tepat pada Kamis, 28 September 2017, PT Kereta Api Indonesia (Persero) merayakan hari lahirnya yang ke-72. Dalam momen spesial tersebut, KAI meluncurkan kereta kesehatan yang disebut Rail Clinic generasi ke-4 di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Rail Clinic adalah kereta dengan pelayanan kesehatan tingkat pertama, meliputi pemeriksaan umum, gigi, kehamilan, mata, serta pelayanan kefarmasian. Rail Clinic pertama kali diresmikan pada 12 Desember 2015, dan sekaligus mendapatkan piagam rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia. Rail Clinic memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian KAI melalui program Corporate Social Responsibility, terutama masyarakat yang tinggal berdekatan dengan stasiun atau rel kereta api. Namun begitu, kegunaan Rail Clinic tidak sebatas hanya untuk membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga bisa dilibatkan untuk pertolongan korban bencana alam termasuk dalam upaya melakukan evakuasi.

Rail Clinic generasi ke-4 terdiri dari empat unit kereta/gerbong. Dua kereta untuk kesehatan dan dua kereta pustaka yang dinamakan Rail Library. Sedangkan pada Rail Clinic generasi-generasi sebelumnya hanya terdiri dari dua unit kereta kesehatan saja di tiap rangkaiannya. Selain fasilitas-fasilitas kesehatan yang telah tersedia pada Rail Clinic generasi sebelumnya, versi generasi ke-4 ini dilengkapi dengan fasilitas laboratorium hematology analizer sysmex berbasis komputer yang berfungsi untuk mengukur sampel darah sehingga mampu membantu mendiagnosis penyakit seperti kanker, diabetes, dsb. Sementara itu, kehadiran Rail Library menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca warga sehingga diharapkan dapat turut andil dalam mencerdaskan masyarakat. Di dalam Rail Library terdapat perpustakaan manual dengan beragam buku untuk kalangan anak-anak sampai pengetahuan umum untuk dewasa. Selain buku-buku manual, juga tersedia fasilitas e-library atauperpustakaan elektronik berupa enam buah monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak.

Rail Clinic generasi ke-4 tak lepas dari sinergi BUMN antara KAI dengan PT Jasa Raharja (Persero) dalam hal bantuan peningkatan kesehatan untuk pengadaan peralatan medis berupa alat kesehatan umum, alat kesehatan gigi, alat kesehatan mata, alat laboratorium, alat kesehatan THT, interior room, dan elektronik. Tak hanya itu, Jasa Raharja juga memberikan bantuan pendidikan dan/atau pelatihan untuk pengadaan peralatan pendidikan berupa perangkat TI dan perpustakaan.

 

 

Sinergi BUMN Hadirkan TOD di Stasiun Pondok Cina, Depok

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Perum Perumnas meresmikan dimulainya pengerjaan proyek rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD)  Depok di Stasiun Pondok Cina pada Senin (2/10). Peresmian proyek hunian TOD merupakan peresmian TOD kedua setelah sebelumnya TOD Perumnas-KAI dibangun di Stasiun Tanjung Barat. Konsep TOD ini akan memudahkan mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas.

Pembangunan TOD Depok merupakan sinergi antar BUMN dan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dengan harga terjangkau. Empat tower TOD Depok akan menampung 3.693 unit hunian dengan lahan seluas 27.706 meter persegi dimana nilai investasi pembangunan mencapai Rp 1,45 triliun.

TOD Depok memiliki komposisi hunian rusunami dan anami dengan tipe hunian studio hingga tipe tiga kamar tidur. Khusus bagi rusunami, tipe huniannya paling minimal dengan luas sekitar 32 meter persegi (satu kamar tidur). Hunian strategis terintegrasi transportasi di Stasiun Pondok Cina dibanderol dengan harga Rp 7 juta per meter persegi. Meski harga jauh lebih murah dari biasanya, tetap dibangun dengan standar yang sama untuk hunian yang rencananya akan dibangun di atas Stasiun Pondok Cina itu.

Sinergi antar-BUMN adalah bentuk komitmen pemerintah menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau, khususnya untuk masyarakat menengah bawah.

 

 

KAI Rilis E-Boarding Pass

Memasuki era digital saat ini, dimana masyarakat Indonesia menyukai atau mencari hal yang serba efisiensi dan instant. Melihat fenomena ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjawab kebutuhan tersebut dengan melakukan pembaruan dan peningkatan pelayanan boarding penumpang Kereta Api (KA), melalui fasilitas e-boarding pass.

E-boarding pass merupakan boarding pass elektronik yang diterbitkan melalui aplikasi KAI Access versi terbaru. Ini artinya, setiap penumpang KA yang ingin menggunakan fasilitas ini wajib mengunduh aplikasi KAI Access terlebih dahulu di smartphone mereka. Tentunya, dengan adanya e-boarding pass, para pengguna transportasi moda kereta api semakin dimudahkan. Pasalnya, penumpang cukup menunjukkan e-boarding pass yang terpampang pada layar smartphone mereka kepada petugas boarding, tanpa harus ke mesin cetak boarding pass CIC (Check In Counter).

Sejak resmi dirilis pada 2 Oktober 2017 lalu, ada beberapa informasi mengenai e-boarding pass yang harus diketahui pengguna jasa KA. Diantaranya, e-boarding pass hanya dapat diterbitkan khusus pemesanan tiket kereta api via kai access versi terbaru dan dapat diunduh mulai dari 2 jam sebelum keberangkatan KA. Jika sudah menerbitkan e-boarding pass melalui aplikasi kai access, otomatis penumpang tidak dapat mencetak boarding pass di mesin CIC di stasiun, atau sebaliknya. PT KAI (Persero) memastikan e-boarding pass merupakan dokumen yang sah dan dapat digunakan sebagai persyaratan penukaran award tiket.

 

 

Obligasi Perdana KAI Senilai Rp 2T

19 Oktober 2017, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan rencananya untuk menerbitkan obligasi melalui Penawaran Umum “Obligasi I Kereta Api Indonesia Tahun 2017”. Penjamin Pelaksana Emisi dalam Obligasi ini adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas. Obligasi I Kereta Api Indonesia 2017 dengan nilai nominal sebanyak-banyaknya sebesar Rp2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah).

Obligasi terbagi menjadi 2 seri dimana Seri A berjangka waktu 5 (lima) tahun dengan indikasi tingkat kupon Obligasi 7,25% - 8% per tahun, Seri B berjangka waktu 7 (tujuh) tahun dengan indikasi tingkat kupon Obligasi 7,5% - 8,35% per tahun. Bunga Obligasi dibayarkan triwulan 30/360, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Obligasi ini mendapatkan peringkat idAAA (Triple A; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (“PEFINDO”).

Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi sebesar 55% (lima puluh lima persen) akan digunakan untuk penyelesaian proyek kereta Basoetta dan 45% (empat puluh lima persen) untuk pengadaan kereta.

Beberapa proyek yang saat ini sedang ditangani oleh KAI diantaranya pembangunan KA Bandara Soekarno-Hatta melalui Perpres No.83 Tahun 2011, dengan target pengoperasian di awal tahun 2018. Target perolehan pendapatan di tahun 2018 dari pengoperasian KA Basoetta sebesar Rp122 miliar dan meningkat menjadi Rp 557 miliar di tahun 2019. Berikutnya program peremajaan sarana dengan tujuan untuk meningkatkan service level angkutan penumpang dan untuk mempertahankan serta meningkatkan pangsa pasar angkutan penumpang. Selain itu, KAI juga mendapatkan penugasan dari Pemerintah melalui Perpres No. 49/2017 tentang percepatan penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. KAI juga diberikan penugasan melalui Perpres No. 55/2016 untuk mengoperasikan LRT di Provinsi Sumatera Selatan.

 

 

Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017/2018, KAI Siapkan 375 Perjalanan KA

Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, KAI telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Nataru seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 17 hari yakni mulai tanggal 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan.

Dari aspek sarana KA, tahun ini KAI menyiagakan 451 unit lokomotif siap operasi dan 11 unit lokomotif cadangan, serta 1619 unit kereta siap operasi dan 153 unit kereta cadangan. Sementara untuk jumlah KA, tahun ini KAI menyiapkan 335 perjalanan KA reguler dan 40 perjalanan KA tambahan untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini. Sehingga total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru kali ini adalah 375 perjalanan KA. Jumlah ini meningkat lima persen dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu, yakni sebesar 356 perjalanan KA.

Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, KAI menyediakan 227.078 seat per hari atau 3.860.326 total seat selama 17 hari masa angkutan Nataru untuk KA reguler, tambahan, dan KA lokal, sedangkan tahun 2016/2017 tersedia 212.532 seat per hari atau 3.613.044 total seat selama 17 hari masa angkutan Nataru untuk KA reguler, tambahan, dan KA lokal, sehingga kenaikannya sebesar 6,8%. Hingga 5 November 2017 untuk KA Jarak Jauh dan Menengah telah terjual sebanyak 415.749 tiket.

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) di daerah-daerah yang rawan bencana alam. Tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan juga disiagakan di sepanjang lintas KA Jawa dan Sumatera untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA. Total sebanyak 2143 petugas disiagakan dengan rincian 633 personil PPJ Ekstra, 1190 personil PJL Ekstra, dan 320 personil posko daerah rawan.

Sementara itu, bagi para pengguna aplikasi KAI Access yang sudah mengunduh versi ter-update dan melakukan pembelian tiket KA dari aplikasi ini, mulai 2 Oktober fasilitas check in secara online bisa dilakukan langsung dari aplikasinya. Setelah melakukan check in melalui aplikasi, pengguna jasa KA akan mendapatkan e-boarding pass. Proses check in dan unduh e-boarding pass ini dapat dilakukan mulai dari 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.