Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2017 (Berdasarkan RJPP tahun 2015-2019)

Tanggal Diperbarui : 14 November 2018 13:53:40


Rencana Kerja Perusahaaan:

  • Kinerja perusahaan dalam lima tahun kedepan diproyeksikan akan terus tumbuh dengan adanya pengembangan beberapa proyek baik pada segmen angkutan barang, angkutan penumpang, maupun optimalisasi aset.

 

Rencana Investasi PT KAI 2015-2019:

  • Proyek Committed
  • Pengembangan Angkutan Barang RJPP 2015 (Daop Jawa, Divre I, Divre II, Divre III)

Kebutuhan Dana (2015-2019), Daop Jawa: Pembangunan fasilitas + prasarana pendukung : IDR 147 miliar, Pengadaan lok dan gerbong : IDR 972 miliar. Divre I: Prasarana: IDR 3,6 miliar. Divre II: Prasarana: IDR 5,1 miliar. Divre III: Prasarana: IDR 577 miliar, Sarana : IDR 2,7 triliun, Lain–lain: 4,8 miliar.

  • KA Trans Sumatera

Kebutuhan Dana (2015-2019), Sarana angkutan penumpang: IDR 422 miliar, Sarana angkutan barang: IDR 1,3 triliun, Fasilitas pemeliharaan: IDR 257 miliar. Total IDR 2 triliun didanai Penyertaan Modal Negara (PMN).

  • Angkutan Bandara Soekarno Hatta

Kebutuhan Dana (2015-2019), Sarana: IDR 720 miliar oleh Railink, Prasarana: IDR 1,5 triliun oleh PT KAI (Induk).

  • KA Bandara Internasional Minangkabau
  • Pengembangan Angkutan Penumpang Jarak Jauh dan Menengah
  • Proyek Firm/On-going

Kebutuhan Dana (2015-2019), Pengadaan sarana: Kas internal : IDR 5,3 triliun, Dana PMN : IDR 1,8 triliun.

  • Commuter Train Jabodetabek 

Kebutuhan Dana (2015-2019), Prasarana: IDR 758 miliar oleh PT KAI (Induk), Sarana: IDR 504 miliar oleh KCJ, Prasarana: IDR 15 miliar oleh KCJ.

  • KA Pelabuhan Tanjung Priok (JICT dan Dermaga 208)

Kebutuhan Dana (2015-2019), IDR 2 triliun untuk pembelian sarana.

 

 

Proyek Pipeline

  • KA Trans Sulawesi

Kebutuhan Dana (2015-2019), IDR 2 triliun untuk pembelian sarana

  • Light Rail Transit Adhi Karya

Kebutuhan Dana (2015-2019), Investasi Sarana IDR 1,4 triliun, Komersial Area IDR 1,0 triliun.

  • Light Rail Transit Prioritas – DKI Jakarta

Investasi Prasarana Pemda DKI Idr 8,9 Triliun.

  • Light Rail Transit Sumatera Selatan
  • Mass Rapid Transit Jakarta

Total investasi JPY 125,2 miliar (23,8 km)

  • High Speed Train Jakarta – Bandung

Total Investasi = USD 5,6 miliar (IDR 73 triliun)

  • KA Ekspres Basoetta

Kebutuhan Dana (2015-2019), Investasi prasarana: IDR 11 triliun, Investasi sarana: IDR 1 triliun.

  • Angkutan Bandara Juanda

Total Investasi = IDR 450 miliar.

  • Angkutan Bandara Kulon Progo

Total Investasi = IDR 230 miliar.

  • Pengembangan Stasiun Tugu

Total Investasi = IDR 3 triliun.

 

Rencana jangka pendek: Stasiun-stasiun besar akan dikembangkan menjadi pusat bisnis yang melayani berbagai keperluan para pengguna (traveller) kereta api. Sedangkan stasiun-stasiun yang melayani angkutan perkotaan seperti komuter Jabodetabek dikembangkan sebagai kawasan park and ride, dimana penumpang dapat menitipkan kendaraan pribadinya di lokasi parkir yang aman yang disediakan di lingkungan stasiun dan melanjutkan perjalannanya ke tempat tujuan dengan kereta api.

Rencana jangka panjang: Stasiun-stasiun besar yang memiliki area lahan relatif luas akan dikembangkan sebagai kawasan bisnis terpadu dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang menitikberatkan keterkaitan antara transportasi publik dengan fungsi kawasan (landuse). Sedangkan untuk area lahan di luar kawasan operasional kereta api direncanakan pengembangan untuk pembangunan hotel dan/atau area komersial.